Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) https://sintasan.upstegal.ac.id/Sintasan Universitas Pancasakti Tegal en-US Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) 2986-7843 PEMBERIAN PAKAN ALAMI KEONG MAS (Pomacea Canaliculata) DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GURAME (Osphronemus Goramy) https://sintasan.upstegal.ac.id/Sintasan/article/view/64 <p>Ikan gurame (Osphronemus goramy) merupakan salah satu jenis ikan air tawar asli <br />Indonesia yang sudah lama dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat. Kualitas benih ikan <br />gurame yang baik, salah satunya sangat ditentukan oleh pakan alami yang dikonsumsi. <br />Pakan alami yang dikonsumsi tersebut harus memiliki kandungan nutrisi cukup dan sesuai <br />dengan bukaan mulut larva ikan. Pakan alami sebagai pakan awal sangat mendukung <br />kualitas yang baik dari larva ikan. Salah satu contoh pakan alami untuk benih ikan gurame <br />(Osphronemus goramy) adalah Keong mas (Pomacea canaliculata). Tujuan penelitian ini <br />adalah untuk mengetahui perbedaan dosis pemberian pakan alami keong mas yang <br />berpengaruh pada laju pertumbuhan dan kelulusan hidup ikan Gurame (Osphronemus <br />goramy). Bahan dan alat yang digunakan diantaranya: benih ikan gurame ukuran 5-7 cm, <br />EM4, pellet dan keong mas. Alat : akuarium, alat ukur kualitas air pH, suhu,DO, dan alat <br />tulis. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 3 <br />perlakuan 1 kontrol, tiap perlakuan memiliki 3 ulangan yang setiap ulangan terdiri dari 10 <br />ekor benih ikan gurame. Sebagai perlakuan pemberian pakan alami keong mas. dengan <br />dosis A (15 Ind/gr), B (30 Ind/gr), C (45 Ind/gr) dan D (Kontrol 0,gr). Hasil penelitian <br />menunjukkan bahwa pada setiap perlakuan berbeda sangan nyata terhadap pertumbuhan <br />bobot biomassa mutlak individu dan laju pertumbuhan harian dan berpengaru nyata <br />terhadap pertumbuhan panjang ikan gurame. Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik <br />dengan pertumbuhan sebesar 9,37 gr, dan laju pertumbuhan harian sebesar 0,334 gr. <br />Tingkat kelangsungan hidup benih ikan gurame pada perlakuan A,B,C dan D (Kontrol) r <br />100 %. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk kehidupan <br />ikan gurame.</p> Dami Walia Nurjanah Ninik Umi Hartanti Copyright (c) 2025 Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-11-30 2024-11-30 2 2 56 68 10.24905/sintasan.v2i2.64 PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TOMAT (Solanum lycopersicum) DAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata D.) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio) https://sintasan.upstegal.ac.id/Sintasan/article/view/65 <p>Estetika warna yang dimiliki oleh ikan koi (Cyprinus carpio) menjadi daya tarik utama bagi <br />para penghobi ikan koi. Harga jual ikan koi cenderung tinggi karena keindahan warna yang <br />melekat padanya. Upaya untuk meningkatkan kejelasan warna pada ikan ini dapat dilakukan <br />melalui pemberian karotenoid sebagai suplemen pakan. Salah satu jenis karotenoid yang <br />dianggap paling efektif adalah tepung tomat dan labu kuning, dikarenakan kandungan ß<br />karoten sebagai sumber yang mampu merangsang pertumbuhan dan meningkatkan kejelasan <br />warna ikan koi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak pemberian tepung tomat dan <br />tepung labu terhadap pertumbuhan dan kejelasan warna pada ikan koi (Cyprinus carpio). <br />Rancangan penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga <br />kelompok perlakuan (dosis tepung tomat 20%, dosis tepung labu 20%, dosis tepung tomat dan <br />labu 40%) yang diulang sebanyak tiga kali. Ikan koi yang digunakan memiliki ukuran awal 8 <br />cm dan berat 11 gr, ditempatkan dalam akuarium berukuran 50 x 25 x 25 cm dengan kepadatan <br />10 ekor per akuarium. Parameter yang diamati mencakup skor warna ikan koi menggunakan <br />kertas Toca Colour Finder (TCF), laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan mutlak, tingkat <br />kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian <br />menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari pemberian tepung tomat dan labu terhadap <br />kejelasan warna ikan koi. Perlakuan terbaik tercapai melalui pemberian tepung tomat dan labu <br />dengan dosis 40%, yang menghasilkan peningkatan satu skor kejelasan warna lebih cepat pada <br />minggu ketiga penelitian. Meskipun demikian, pemberian tepung tomat 20%, tepung labu <br />kuning 20% dan tepung tomat dan labu kuning 40% tidak memberikan pengaruh yang <br />signifikan terhadap pertumbuhan bobot dan panjang ikan koi (Cyprinus carpio). Parameter <br />kualitas air selama penelitian berada dalam rentang toleransi yang dapat diterima.</p> Firman Syarif Ibrohim Suyono Sri Mulatsih Copyright (c) 2025 Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-11-30 2024-11-30 2 2 68 83 10.24905/sintasan.v2i2.65 PENGARUH PEMBERIAN SERBUK TEMBAKAU (Nicotiana tobacum) DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP MORTALITAS IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SKALA LABORATORIUM https://sintasan.upstegal.ac.id/Sintasan/article/view/66 <p>Ikan nila merupakan hama pada tambak udang yang perlu diberantas karena merupakan pesaing dalam <br>hal makanan, ruang gerak, dan oksigen sehingga dapat mengganggu kehidupan udang budidaya. Daun <br>tembakau (Nicotiana tabacum) mengandung nikotin yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati. <br>Nikotin merupakan senyawa kimia organik yang bersifat toksik dan dapat digunakan untuk membunuh <br>hama serta merupakan neurotoksin yang bereaksi sangat cepat. Alkaloid nikotin, nikotin sulfat dan <br>konstituen nikotin lainnya dapat digunakan sebagai racun kontak, fumigan dan racun perut. <br>Penggunaan serbuk tembakau sebagai racun hama tambak masih belum banyak digunakan <br>dibandingkan dengan ekstrak biji teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian <br>serbuk tembakau terhadap mortalitas ikan nila sebagai hama di tambak. Bahan yang digunakan dalam <br>penelitian adalah serbuk tembakau kualitas rendah dan ikan nila berukuran 7 - 9 cm. Penelitian ini <br>dilakukan dengan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan perlakuan A (0 ppm <br>atau kontrol), B (10 ppm), C (20 ppm) dan D (30 ppm) dengan tiga kali ulangan. Sepuluh ekor ikan <br>nila dipelihara dalam ember berisi 20 liter air payau (salinitas 20 ppt).</p> Idham Ali Rosadi Suyono Nurjanah Copyright (c) 2025 Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-11-30 2024-11-30 2 2 84 92 10.24905/sintasan.v2i2.66 POLA PERSEBARAN JENIS KEPITING BAKAU ( SCYLLA SERRATA ) DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PANDANSARI DESA KALIWLINGI BREBES. https://sintasan.upstegal.ac.id/Sintasan/article/view/67 <p>Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies kunci dalam ekosistem <br />mangrove sehingga kepiting bakau merupakan komoditas yang memiliki potensi untuk <br />dikembangkan. Kebutuhan konsumen akan kepiting bakau (Scylla serrata) sebagian <br />besar masih dipenuhi dari hasil penangkapan di alam yang sifatnya fluktuatif. Guna <br />menunjang usaha budidaya kepiting yang efektif, efisien dan menguntungkan secara <br />ekonomis perlu dilakukan pengkajian terhadap sifat-sifat biologis kepiting bakau. <br />Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui Pola Persebaran Jenis Kepiting Bakau <br />(Scylla serrata) di kawasan Hutan Mangrove Dukuh Pandansari, Desa kaliwlingi, <br />Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. <br />Penelitian ini dilakukan dengan cara <br />pengamatan untuk mengetahui bagaimana pola persebaran kepiting bakau (Scylla <br />serrata) di bubu/perangkap. Alat yang digunakan seperti bubu/perangkap, umpan, alat <br />untuk cek kualitas air, penggaris dan timbangan. Penelitian ini terdapat 3 lokasi, stasiun <br />1 berlokasi di Tambak Hutan Mangrove, stasiun 2 berlokasi berlokasi di Kawasan <br />Hutan Mangrove dekat Sungai Pemali, stasiun 3 berlokasi di Dermaga Pulau Hutan <br />Mangrove. Berdasarkan Penelitian diperoleh jumlah Kepiting Bakau (Scylla serrata) <br />dari 3 stasiun 10 ekor, pola persebaran jenis kepiting bakau (Scylla serrata) yang <br />terbanyak diperoleh di stasiun 2 yang berlokasi di kawasan Hutan Mangrove dekat <br />Sungai Pemali yaitu 4 ekor. Berdasarkan rationya, jumlah kepiting bakau Jantan yang <br />diperoleh 6 ekor dan Betina 4 ekor dengan persebaran ratio jenis kepiting bakau Jantan <br />dan Betina terbanyak berturut-turut yaitu stasiun 2 diperoleh 2 Jantan dan 2 Betina, <br />sedangkan di stasiun 1 dan 3 diperoleh 2 Jantan dan 1 Betina.</p> Fajar Firmanulloh Nurjanah Ninik Umi Hartanti Copyright (c) 2025 Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-11-30 2024-11-30 2 2 93 103 10.24905/sintasan.v2i2.67 PENGARUH PEMBERIAN DOSIS VITAMIN C TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DI BALAI PEMBENIHAN AIR TAWAR SUPM LEBAKSIU, TEGAL https://sintasan.upstegal.ac.id/Sintasan/article/view/68 <p>Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia <br />yang mempunyai potensi pertumbuhan untuk mendukung ketahanan pangan dan <br />perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya <br />dalam meningkatkan produksi ikan nila adalah diberi pakan buatan yang bergizi tinggi, <br />Campuran pakan dapat menggunakan bahan yang bervariatif, salah satunya adalah Vitamin <br />C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian Vitamin C dengan <br />dosis berbeda terhadap laju pertumbuhan ikan nila serta mengetahui keefektivitasan <br />penambahan dosis Vitamin C dengan dosis berbeda terhadap sintasan hidup ikan nila. <br />Pengukuran kualitas air harian yaitu suhu, oksigen terlarut dan derajat keasaman, sedangkan <br />untuk pengukuran mingguan yaitu pengukuran NHɜ. Rancangan penelitian yang digunakan <br />dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan <br />dan kontrol dengan 3 kali ulangan. Pada penelitian ini dosis vitamin C yang digunakan <br />yakni perlakuan A (388 mg/Kg), perlakuan B (500 mg/Kg), dan perlakuan C (555 mg/Kg) <br />dengan kontrol (0 mg/Kg). Analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, <br />Anova, dan Uji Duncan. Hasil Uji Penelitian Perlakuan C merupakan perlakuan terbaik <br />pada pertumbuhan bobot mutlak sebesar 8,5 gr diikuti oleh B 7,0 gr, A 6,4 gr dan control <br />5,0 gr. Laju pertumbuhan harian terbaik pelakuan C dengan rata-rata 0,27, B rata-rata 0,21, <br />A 0,18, dan kontrol 0,15. FCR terbaik perlakuan C (555 mg/Kg) 1,2 diikuti oleh B (500 <br />mg/Kg) 1,4 ; A (388 mg/Kg) 1,6; kemudian K (0 mg/Kg) 2. Efisiensi Pakan (EP) tertinggi <br />terdapat pada perlakuan C (555 mg/Kg) 0,83 ; B (500 mg/Kg) 0,69 ; dan A (388 mg/Kg) <br />0,62 ; kemudian K (0 mg/Kg) 0,48. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran <br />yang layak untuk kehidupan ikan nila.</p> Mutsaqqoful Fikri Nurjanah Sri Mulatsih Copyright (c) 2025 Journal Sains dan Teknologi Budidaya Perairan (SINTASAN) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2024-11-30 2024-11-30 2 2 103 118 10.24905/sintasan.v2i2.68