PEMODELAN SPASIAL PARAMETER KUALITAS AIR SEBAGAI PARAMETER DALAM MENENTUKAN KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA TAMBAK DI KELURAHAN MUARAREJA
Main Article Content
Abstract
Remote sensing technology, GIS, and determination of parametric approaches model using a land quality test are the appropriate alternatives to overcome the problems of fishpond aquaculture feasibility. The research purposes are to determine the feasibility of aquaculture by using spatial modeling of water quality parameters and to identify the strategy of fishpond aquaculture development to deal with some water quality problems at Muarareja village. The research was conducted from November 2015 to January 2016. The results have shown that some physical and chemical parameters in the fishpond, especially around landfills, duck or chicken farms, and ports, had exceeded the limited threshold, such as ammonia, nitrate, nitrite, phosphate, total organic matter/ TOM, and some heavy metals like Plumbum/ Lead (Pb), zinc (Zn), and copper (Cu). The land feasibility range is S3 (appropriate with marginal/ almost appropriate) by the number among 253-331, the percentage is 33.33% (Stations 10 - 14, 16, 18), and N1 (inappropriate at this time) with the number among 174 - 252 and the percentage is 66.67% (Station 0-9, 14, 17, 19, 20). The location with S3 land feasibility criteria (Appropriate Marginal/ Almost Appropriate) is in the north area near the estuary. Some methods can improve the fishpond development at Muarareja village. They are a) implementation of polyculture ponds such as fish, seaweed, and shrimp, b) implementation of biosecurity fishpond management by using closed water circulation system, c) implementation of filtering system by using mussels to reduce heavy metals, d) improvement of farmers skills to increase aquaculture production, e) water management quality and feeding.
Article Details
References
Afrianto, E dan E. Liviawaty. 1994. Teknik Pembuatan Tambak Udang. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Ahn TA, C Kroeze, SR Bush, and APJ Mol. 2010. Water Pollution by Intensive Brackish Shrimp Farming in South-East Vietnam: Causes and Option for Control. Journal Agriculture Water Management 97: 872-882.
Arifin, Z, D. Adiwidjaya, U. Komarudin, A. Nur, A. Susanto, A. Taslihan, K. Ariawan, M. Mardjono, E. Sutikno, Supito, dan M.S. Latief. 2007. Penerapan Best Management Practices (BMP) pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius) Intensif. Departemen Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau, Jepara.
Aronoff, S. 1989. Geographic Information Systems: A Management Perspective. WDL Publications. Ottawa, Canada.
Badjoeri. M., G. S. Haryani, T. Widiyanto, W. Riyanto, I. Rusmana, N. H. Sadl dan V. Indarwati. 2006. Pemanfaatan Bakteri Nitrifikasi dan Denifikasi untuk Bioremediasi Senyawa Metabolit Toksik di Tambak Udang. Laporan Tahunan. Program Penelitian dan Pengembangan Iptek - Riset Kompetitif LIPI. DIPA Biro Perencanaan dan Keuangan LIPI dan Puslit Biologi LIPI, Bogor.
Baliao, D.D. dan S. Tookwinas. 2002. Manajemen Budidaya Udang yang Baik dan Ramah Lingkungan di Daerah Mangrove. Petunjuk Pelaksanaan Penyuluhan Akuakultur No. 35. November2002. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Bengen, D.G.2002. Ekosistem dan Sumberdaya Pesisir serta Pengelolaanya Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Prosiding, Pelatiahan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu. Pusat kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor. 66 hal.
Boyd, C. E. 1991. Water Quality Management Pond Fish Culture-Pengelolaan Kualitas Air di Kolam Ikan (Diterjemahkan oleh Cholik,_K. Artati, dan R. Arifudin) Direktorat Jenderal Perikanan, Jakarta.
Boyd, C.E., 1999. Management of Shrimp Ponds to Reduce the Eutrophication Potential of Effluents, The Advocate, December 1999: 12-13.
Cholik, F., Artati, dan Arifudin. 1991. Water Quality Management Pond Fish Culture/Pengelolaan Kualitas Air Kolam Ikan. Direktorat Jenderal Perikanan Bekerja sama dengan International Development Research Centre. INFIS Manual Seri No. 16. Jakarta.
Dahuri, R. 1996. Aplikasi Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Perencanaan dan Pengelolaan Tata Ruang Wilayah Pesisir. dalam: Prosiding Pelatihan Perencanaan Pengelolaan Wilayah pesisir Secara Terpadu Angk VI. PKSPL-LP IPB. Bogor, Hal 1-21.
Dahuri, R., 1998. Pengaruh Pencemaran Limbah Industri Terhadap Potensi Sumberdaya Laut. Makalah pada Seminar Teknologi Pengelolaan Limbah Industri dan Pencemaran Laut. BPPT, Jakarta.
Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting, dan M.J. Sitepu, 2001. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. PT. Pradnya Paramita, Jakarta. 328
Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran, Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam. Universitas Indonesia (UI) Press. Jakarta
Departemen Pertanian. 1997. Pengelolaan Kualitas Air Tambak Udang. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Ungaran.
Dinas Perikanan Propinsi. 1997. Pengelolaan Air pada Budidaya Udang. Bagian Proyek P2RT Bembinaan Perikanan. Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah, Semarang.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.
FAO. 1976. A Framework for Land Evaluation, FOA Soil Bull. Soil Resources Management and Conservation Service Land and Water Development Division. FAO Soil Bulletin No. 52. FAO-UNO, Rome
Fauzi, A. 2004. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Teori dan Aplikasi. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Fauzi, Y, B. Susilo dan Z.M. Mayasari. 2009. Analisis Kesesuaian Lahan Wilayah Pesisir Kota Bengkulu Melalui Perancangan Model Spasial dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Forum Geografi, 23(2) : 101 - 111
GIS Konsorsium Aceh Nias. 2007. Modul ArcGIS Tingkat Dasar. Staf Pemerintahan Kota Banda Aceh, Banda Aceh.
Gunalan, D. E. A. 1993. Penerapan Bioremediasi untuk Melenyapkan Polutan Organik dari Lingkungan. Makalah Diskusi Panel. Kongres Nasional Perhimpunan Miobiologi Indonesia, Surabaya 2-4 Desember 1993. Univ. Erlangga.
Gunawan, I. 1998. Typical Geographic Information System (GIS) Aplication For Coastal Resources Managemen Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indonesia
Hardjowigeno, S dan Widiatmaka. 2001. Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Tanah. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor, Indonesia. 292 hal.
Hartoko, A. 2002. Aplikasi Teknologi Inderaja untuk Pemetaan Sumberdaya Hayati Laut Tropis Indonesia. Suatu Pengembangan Pemetaan Dinamis dan Terpadu Parameter Ekosistem Ikan Pelagis Besar di Perairan Dalam. Universitas Diponegoro. Semarang
Hartoto, D. I. dan Sulastri. 2002. Limnologi Danau Ranau. Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor
Helfinalis. 2008. Padatan Tersuspensi Total di Perairan Pulau Kabaena, Muna dan Buton. Jurnal Ilmu Kelautan. Juni 2008. Vol. 13 (2) : 79 - 84. ISSN 0853 - 7291
Hermawan, A. 2004. Kiat Praktis Menulis Skripsi, Tesis, Disertasi untuk Konsentrasi Pemasaran. Ghalia Indonesia, Jakarta.
Hidayat, W, E. Rustiadi dan H. Kartodihardjo. 2015. Dampak Pertambangan Terhadap Perubahan Penggunaan Laban dan Kesesuaian Peruntukan Ruang (Studi Kasus Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan). Jumal Perencanaan Wilayah dan Kota. 26 (2) : 130-146.
Hutagalung, H.P. dan Rozak. 1997. Metode Analisis Air Laut, Sedimen dan Biota. Buku 2. P3O-LIPI, Jakarta.
Jamulya dan Sunarto. 1996. Kemampuan Lahan. dalam : Pelatihan Evaluasi Sumberdaya Lahan. Angkatan VI. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, Indonesia. 30 hal
Jensen, J. R. 1986. Introductory Digital Image Processing, A Remote Sensing Perspective. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall
Johnsen, R.I, O. Grahl-Nielson dan B.T. Lunesttad, 1993. Environmental Distribution on Organic Waste from Marine Fist Farm. Aquaculture, 118: 219-224.
Kartasasmita, M. 2001. Prospek dan Peluang Industri Penginderaan Jauh di Indonesia. Lembaga Informasi dan Studi Pembangunan Indonesia (LISPI). Jakarta. 100 hal
Kementrian Kelautan Perikanan. 2012. Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Kelautan dan Perikanan. http://pumpkkp.wordpress.com/tentang-pump/
Kennish, M.J. 1994. Practical Handbook of Marine Science. Second Edition. CRC Press. Inc. Boca Raton
Kirchman, D.L. 2000. Microbial Ecology of The Oceans. Wiley-Liss. A John & Sons, Inc. New York.
Kordi, G dan B. A Tanjung. 2005. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Perikanan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta
Kungvankij, P., J. R. Pudadera., B.J. Tiro and I.O. Potestas. 1986. Biology and Culture of Sea Bass (Lates calcarifer). SEAFDEC Aquaculture Department.
Lang, L. 1998. Natural Resources with GIS. Environmental Systems Research Institute, Inc. California, United States of America. 117 pp.
McDonald, M.E. Tikkanen, C.A. Axler, R.P. Larsen, C.P and G. Host, 1996. Fish simulation culture model (FIS-C): A Bioenergetics Based Model for Aquacultural Wasteload Aplication. Aquaculture Enginering, 15 (4):243 -259.
Mintardjo, K, A. Sunaryanto, Utaminingsih, dan Hermiyaningsih. 1984. Persyaratan Tanah dan Airdalam Pedoman Budidaya Tambak. Direktorat Jenderal Perikanan. Departemen Pertanian. Jakarta
Nautilus Consultants, 2000. Planning for Coastal Aquaculture Development, A Training CourseHandbook. www.nautilus-consultants.co.uk., Oktober 2000.
Nazir, M. 2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta
Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Penerjemah. H. Muhammad Eidman, PT.Gramedia. Jakarta.
Nurwadjedi. 1996. Penggunaan SIG untuk Pengelolaan Database Wilayah Pesisir. dalam :Prosiding Pelatihan Perencanaan dan Pengelolaan Wilayah Pesisir Secara Terpadu. Angkatan 7. PKSPL-LP, IPB, Ditjen Bangda-Depdagri. Bogor, Indonesia. Hal.1-39.
Pantjara, B., S. Tahe, A. Mustafa, dan E.A. Hendradjat. 2003. Budidaya berbagai komoditas Bandeng (Chanos-chanos) Nila merah (Oreochromis niloticus), dan rumput laut (Graciliaria verrucosa) di tanah tambak sulfat masam. Laporan hasil penelitian Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros.
Paryono, P. 1994. Sistem Informasi Geografis. Andi Offset. Yogyakarta, Indonesia. 87 hal.
Prahasta, E. 2009. Sistem Informasi Geografis : Konsep-konsep Dasar (Perspektif Geodesi & Geomatika). Penerbit Informatika, Bandung
Prasita, V.D, B. Widigdo, S. Hardjowigeno, dan S. Budiharsono. 2008. Kajian Daya Dukung Lingkungan Kawasan Pertambakan di Pantura Kabupaten Gresik Jawa Timur. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 15 (2) : 95-102
Purnomo, A. 1992. Pemilihan Lokasi Tambak Udang Berwawasan Lingkungan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian RI. 40 hal.
Quano, 1993. Training Manual on Assesment of the quantity and Type of Land Based Pollutant Discharge Into the Marine and Coastal Enviromental UNEF. Bangkok
Rangkuti, F. 2000. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Gramedia, Jakarta
Sanusi, H. S. 2006. Kimia Laut. Proses Fisik Kimia dan Interaksinya dengan Lingkungan. Prartono T, Supriyono E, editor. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Scottish Executive (SE), 2002. Review and Synthesis of the Enviromental Impacts of Aquaculture. Scottish Executive Central Research Unit. Edinburgh. 71p. www.scotland.gov.uk/cru/kd01/green/reis-10,asp[21 Februari 2003].
Sindoro, A. (trans), David, F.R. 2002. Konsep Manajemen Strategis. Edisi Ke-7. PT Frenhallindo. Jakarta
Sitorus, SRP. 1985. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Penerbit Tasito, Bandung
Soewardi, K., 2007. Pengelolaan Budidaya tambak Berkelanjutan. PS-SPL, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Sumeru, SU dan S. Anna. 1992. Pakan Udang Windu (Penaeus monodon). Kanisius. Yogyakarta
Supranto, J. 1983. Linear Programming. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Unversitas Indonesia, Indonesia. 350 hal.
Suyanto, R dan Mujiman. 2004. Budidaya Udang Windu. Penebar Swadaya. Jakarta
Suryadi, K dan M.A. Ramdhani. 2000. Sistem Pendukung Keputusan. PT Remaja Rosdakarya. Bandung, Indonesia. 195 hal.
Tahir, A., D.G. Bengen, S.B. Susilo. 2002. Analisis Kesesuaian Lahan Dan Kebijakan Pemanfaatan Ruang Kawasan Pesisir Teluk Balikpapan. Jurnal Pesisir & Lautan. 4 (3) : 1-16.
Turner, G.E., 1988. Codes of marine and manual of procedures for consideration on introductions and transfer of marine and freshwater organisms, EIFA/CECPI, Occasional Paper No.23,44p
United National Environment Programme (UNEP), 1993. Taraining Manual on Assessment of the Wuantity and Type of Land-Based Pollutiont Discharges Into the Marine and Coastal Evironment. RUC/EAS Technical Reports Series No.1.
Wardhana, W.A. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offset. Yogyakarta.
Wetzel, R.G. 2001. Limnology: Lake and River Ecosystems. 3'd Edition. Academic Press, San Diego, CA.