DINAMIKA SOSIAL EKONOMI DAN MASYARAKAT LOKAL PESISIR DI SEBATIK
Main Article Content
Abstract
Kearifan lokal memiliki peran dan fungsi penting, serta dimensi dalam koridor kehidupan
masyarakat, yang dikembangkan karena kebutuhan untuk hidup, memelihara, dan melanjutkan kehidupan sesuai dengan situasi, kondisi, kemampuan, dan nilai-nilai yang diinternalisasi dalam masyarakat setempat. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif, yaitu langkah-langkah penelitian ilmiah yang akan menggambarkan melalui elaborasi data aktual, kronologis, dan komprehensif untuk menjawab rumusan masalah. Realitas ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada pulau lain. Tingkat ketergantungan dapat diuji dengan penghentian sementara semua pasokan kebutuhan hidup masyarakat, yang tampaknya merupakan daerah terpencil. Para imigran, terutama dari Bugis, menjadi mayoritas penggerak transaksi ekonomi internasional, baik warga negara Malaysia maupun Indonesia. Pulau Sebatik memiliki kekayaan komoditas, terutama perkebunan kakao dan kelapa sawit serta perikanan yang besar. Modal utama digunakan sebagai komoditas perdagangan bagi masyarakat untuk dijual ke Tawau dan Sabah.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adri Patton, 2009, Description of Cross-Border Trade between Indonesia and Malaysia in Sebatik District, Nunukan Regency”, research results presented in PIM II Training and Education in Surabaya, p. 72-73.
Robert Siberian. 2012. Sebatik Island, Indonesia's Border Area has a Malaysian flavor. Journal of Society & Culture, Volume 14, No. 1, Year 2012
Edy Sedyawati. 2006. Indonesian Culture, Archaeological Studies, Art and History. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rohadi Ayat. 1986. National Cultural Personality (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Muhammad Yasin Sani & Rismawati Isbon. 2018. TIDUNG PEOPLE ON SEBATIK ISLAND ; ETHNICAL IDENTITY, CULTURE AND RELIGIOUS LIFE. Journal of "Al-Qalam" Volume 24 Number 1 June 2018
Purnawan Basundono. 2013. Pulau Sebatik sebagai Pintu Kecil Hubungan Indonesia-Malaysia. SASTRA Jil. 3, No. 2, Desember 2013
Afrizal, 2015. Metode Penelitian Kualitatif: Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif di Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: Grafindo. hlm. 34
Musrini Muis. 2020. NILAI KEARIFAN LOKAL PALLISE' BALU' TERHADAP PEDAGANG BUGIS DALAM ETIKA BISNIS ISLAM. Jurnal IEB, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 2 No 1 Tahun 2020.
Anuar, AR, & Harun, A. 2019. Tata Kelola Lintas Batas Malaysia-Indonesia: Apakah Ada Pertukaran Antara Keamanan dan Pembangunan Ekonomi? Malaysia: Jurnal Studi Internasional , 15 , 21-34.
Alihar, F. 2018. Kebijakan Pengelolaan Pulau-Pulau Terluar dari Aspek Kependudukan. Jurnal Kebijakan Sosial KP Vol. 8 No. 1 Juni 2018: 39-51
Robert Siberian. Pulau Sebatik: Kawasan Perbatasan Indonesia dengan Nuansa Malaysia. Jurnal Masyarakat & Budaya, Volume 14, No. 1, Tahun 2012.
Sari, Betti Rosita. 2009. Pembangunan Ekonomi dan Potensi Sumber Daya Lokal dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Perbatasan Nunukan-Tawau. Dalam I Ketut Ardhana, dkk., Etnisitas, Pengembangan Sumber Daya Lokal dan Potensi Perdagangan Internasional dalam Konteks Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Nunukan, Kalimantan Timur. Jakarta: LIPI Press. hlm . 191-224.
Kurnia, MP 2017. Strategi Optimalisasi Perdagangan Lintas Batas antara Indonesia dan Malaysia untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Jurnal Keunggulan Vol.7 No.1 Maret 2017.
Redaktur Kominfo. 2015. Komitmen Pemerintah PLBN Membangun Indonesia dari Daerah Perbatasan. Tersedia di: https://www.kominfo.go.id/content/detail/37316/plbn-komitmen-government-bangun-indonesia-dari-kawasan-percepatan/0/berita
Editor Online NU. 2019. Mengembangkan Tradisi Keagamaan di Pulau Sebatik Santri. Tersedia di: https://www.nu.or.id/balitbang-kemenag/mengembang-nasional-keagamaan-di-island-santri-sebatik-l3agn